Tips untuk para mom to be

00.45
Tulisan ini sudah lama sekali kependem di draft, dan baru sekarang bisa difinalisasi.
Saya ngedraft pas deket-deket mau lahiran, lalu ke-pending karena harus ngurus si dede baby, dan  mengejar ketinggalan saat kembali bekerja. #Fiuh... 

Ok back to the topic, bukannya sok jago atau sok ngeguruin, tapi tulisan ini saya dedikasikan untuk membantu para calon ibu agar lebih tenang dan ga bingung-bingung saat menghadapi kehamilan sampai proses persalinan. Tips di sini bersifat praktis, jadi mudah-mudahan lebih gampang untuk dipahami dan dipraktekkan.

1. Pilih Rumah Sakit
Yang ada dalam pikiran saya pertama kali saat pilih rumah sakit yang pasti budgetnya. Puji Tuhan, kantor suami mengcover lahiran lewat asuransi, jadi pertimbangan berikutnya adalah pilih rumah sakit yang dekat dari rumah. Kebayang kan dengan situasi jalan Jakarta yang tak bisa diprediksi, terus mules di rumah, terus kudu ke rumah sakit yang aksesnya duh duh macetnya, jangan sampe deh terjadi hal-hal yang tak diinginkan. Next point, apakah rumah sakit pro normal dan IMD. Lahir normal adalah satu-satu cita-cita saya, karena saya yakin Tuhan sudah memperlengkapi tubuh ibu hamil untuk dapat lahir normal, jadi saya betul-betul menjadikan ini salah satu point penting dalam memilih rumah sakit. Inisiasi Menyusui Dini (IMD) yang sangat penting untuk mempererat hubungan ibu dan bayi, juga meningkatkan daya tahan tubuh si bayi. Hal berikutnya yang saya tanyakan ke rumah sakit, apakah bisa rooming in. Rooming in tuh, pas dedenya udah lahir, boxnya ditempatkan di ruangan yang sama dengan si ibu :) 

2. Pilih Obgyn
Di jaman serba modern, saya sendiri pilih-pilih Obgyn selain bertukar pikiran dengan sesama ibu-ibu, saya juga searching-searching dan baca baca review dari internet. Pertimbangannya, apakah Obgyn ini sabar dalam menjawab pertanyaan orang tua-orang tua baru, apakah dia pro normal, dll.

3. Tips saat menjalani kehamilan

  • Untuk trimester pertama, bumil pasti merasakan gejolak dalam tubuhnya. Ga enak makan lah, ngerasa kaya masuk anginlah, pegel-pegel, dst. Tapi tetap kita perlu bersyukur ya, dan sering-sering inget, pada akhirnya nanti, semua akan terbayar saat melihat si dede lahir ke dunia. Tips dari saya saat trimester pertama adalah paksakan makan, meski sedikit tapi sering. Ya, mungkin banyak makan, banyak juga yang keluar, tapi yang terpenting perut jangan kosong, karena kita kan tidak lagi memberi makan 1 orang, tapi ada 1 lagi di perut hehehe... Nah pas pertumbuhan tulang si dede, kalsium kita banyak terserap, untuk itu kalau bisa rajin-rajin minum susu.
  • Saya juga selalu mengusahakan untuk menjaga mood tetap happy. Ibu happy, dede baby juga happy dan tenang dalam perut :) Selain itu, saya juga mencoba mendengarkan musik klasik, believe me, it works. Bawaan saya dan baby jadi tenang dan nyaman.
  • Memasuki usia kandungan delapan bulan, mulailah mencicil untuk beli perlengkapan si baby (list perlengkapan baby bisa dilihat di sini).
  • Bagi ibu pekerja seperti saya, mulai perhitungkan dan submit cuti melahirkan supaya HR bisa jauh-jauh hari persiapkan covering person saat kita cuti. Mulailah membuat list hand over untuk orang yang menggantikan kita. Supaya saat kita tinggal cuti, kita bisa cuti dengan tenang dan fokus ngurus dede baby.
  • Ikuti senam hamil. Waktu itu saya ikut hanya 2x sesi senam, saat usia 32 minggu dan 37 minggu (bersama suami). Sisanya saya praktekan sendiri di rumah :)
  • Saat menjelang persalinan (minggu-minggu terakhir, sekitar 36-40 minggu) perbanyak jalan, latihan pernapasan yang diajarkan saat senam hamil, bisa juga mengepel jongkok. Lalu mulai persiapkan, apa saja yang harus dibawa ke rumah sakit: sebelumnya kita bisa cek, apakah RS menyediakan pakaian untuk bayi dan ibu (sebaiknya pakaian kancing depan, untuk memudahkan saat menyusui), kalau menyediakan syukur, kalau ngga, berarti kita harus packing baju; bawa pompa ASI, gurita ibu, botol kaca untuk ASI, sari kurma atau penambah tenaga, pembalut untuk darah nifas, handuk & peralatan mandi. Oh iya, satu hal lagi, coba ikuti seminar tentang breast care. Biasanya di RSIA pasti ada, soalnya itu membantu banget. Saya ikut breast care pas sudah lahiran, malam kedua setelah lahiran, payudara rasanya bengkak dan kenceng banget, sakittt... Nah, saya terbantu dengan program breast care di RS tempat saya lahiran. Banyak ilmu yang didapat, supaya payudara tidak sakit dan menyusui berjalan dengan lancar :)

Okeii, sekian tips yang bisa saya berikan. Semoga membantu bumil-bumil supaya lebih tenang dan nyaman saat menghadapi persalinan nanti.

“You are pregnant and you are powerful. You are bold and you are beautiful. Go forward in your boldness, in your beauty and in your contentedness. Trust your body to birth and know that the collective power of women worldwide will be with you.”
Author Unknown

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.