Kabar Bahagia
Tak terasa blog yang tadinya Wedding Session, akan berubah topiknya. Tentu dengan topik bahagia lainnya. Hehehe...
Selamat datang topik kehamilan!
Sempet ga percaya, kalau saya langsung hamil di usia pernikahan kami yang masih sangat muda. Memang kami sepakat untuk ga program, pokoknya sedikasihnya sama yang Di Atas. Tapi beneran ga menduga kabar bahagia ini akan datang begitu cepat. Sangat cepat karena saat ini si baby sudah berusia 18 minggu di perut saya. Jadi kalau dihitung mundur si baby mulai terbentuk di minggu pertama setelah tanggal pernikahan kami.
Shock? Bingung? Itulah perasaan kami berdua saat tahu saya hamil. Baru banget rasanya browsing vendor-vendor pernikahan, lah ini lagi. Belum sempat browsing perihal kehamilan, eh sudah harus ngebut cari pengetahuan tentang kehamilan. >.<
Sebelum saya tahu saya hamil, gejala awalnya memang saya merasakan beberapa "keanehan" pada fisik saya. Saya jadi mudah lelah, sakit kepala, sering sendawa, dan payudara saya kencang sekali. Perut saya pun rasanya sangat aneh. Saat cerita pada suami, dengan santainya dia bilang, "udah sayang, itu tandanya kamu hamil..." Wait, What? Santai pake banget ngomongnya.
Tapi mendengar kata hamil, saya langsung takut campur penasaran. Langsunglah saya googling, gejala-gejala awal kehamilan. Yap, beberapa gejala cocok dengan apa yang saya rasakan. Mungkin saat itu usia si baby masih sekitar 3 mingguan. Saking penasaran saya langsung beli test pack, dan eng ing eng, hasilnya negatif. Well, di pehapein nih sepertinya.
Tapi anehnya gejala yang saya sebutkan tadi, bukannya hilang, tapi terus menetap, sampai dua minggu berikutnya saya beli dua test pack sekaligus, dengan merk yang berbeda tentunya. Pagi-pagi langsung saya cek, dan hmmm... Garis kedua pada kedua test pack terlihat samar-samar. Ohemji... Ini artinya apa ya? Di bungkus testpack cuman dikasih keterangan satu garis dan dua garis, ga ada keterangan garis kedua samar-samar. Yes, tambah bingung deh, tapi sekali lagi dengan santainya si suami bilang, "udah sayang, itu artinya dua garis kok, kamu hamil!" Wajahnya sumringah banget kala itu.
"Masa sih, tapi itu garisnya samar-samar loh... Ga tau artinya apaan..." sangkal saya.
Baiklah, untuk menghilangkan keragu-raguan ini, kami berdua memutuskan untuk pergi cek kehamilan ke dokter kandungan. Saya betul-betul buta mengenai informasi di mana dokter kandungan atau Rumah Sakit Ibu dan Anak yang bagus di Jakarta. Wong googling tentang hamil aja belum pernah.. Hahaha... Gimana googling review dokter kandungan, duhhh masih jauh banget deh dari pemikiran saya.
Sekali lagi si suami membuat saya terkaget-kaget, dia bilang, "Udah, kita cek aja ke RSIA YPK Menteng ya, di situ bagus kok katanya." Ahahahaha... Luar biasa, dari mana dia tahu soal RSIA? Mendengar namanya saja baru kali pertama buat saya. Diapun lalu bercerita, kalau beberapa bulan yang lalu, dia sempat nengok teman kerjanya yang keguguran, nah temannya itu dirawat di YPK Menteng, dan dia lihat RS ok, ga spooky, nyaman deh katanya. Lalu dia cerita lagi, dulu pernah jenguk teman kerjanya juga yang baru lahiran tapi di RS yang berbeda, tapi dia kurang sreg dengan penampakkannya, makanya dengan membandingkan dua RS ini, dia yakin mengajak saya ke YPK Menteng. Thanks God! Saat itu saya merasa heran plus beruntung banget, punya suami yang ternyata pengetahuan tentang RSIA nya lebih baik daripada saya. Ahahahaha...
Waktu pertama kali datang, saya ingat itu hari Minggu, dan ternyata kalau hari Minggu tidak ada Dokter Kandungan/Obgyn yang praktek hari itu, adanya Dokter Umum. Hmmm... Ya udah, kami mau cek deh ke dokter umum di YPK. Pas masuk ke ruangan dan menyatakan maksud kami untuk cek kehamilan, ternyata si dokter umum pun mengajukan solusi yang sama, tes pakai test pack. Ahahaha... Karena sudah pakai test pack, ya kami memutuskan untuk pulang dan kembali di lain hari.
Datanglah kami ke YPK hari Sabtu berikutnya, setelah sebelumnya kami tanyakan dulu, kalau Sabtu ada Obgyn yang praktek atau ngga. Kami tiba sekitar Pk. 9 pagi, di bagian pendaftaran kami bilang mau cek kehamilan. Customer Servicenya (CS) tanya balik, mau dengan dokter siapa? Ahahaha... Langsung bingung, karena kami belum pernah searching dokter yang bagus di sana siapa. Ahahaha.. Betul-betul calon ibu dan ayah yang sangat awam, duhh kalo keinget pengen ketawa terus saking malunya... Lalu kami jawab saja, hmmm... dengan siapa saja deh dokter yang available hari itu. Kyakakaka... Lalu si CS memutuskan kami didaftarkan untuk bertemu dengan dr. Yusfa Rasyid, SpOG. Well, untung si suami ga complain saya diperiksa sama dokter cowok ahahaha... Kalo saya sih ga masalah asal si dokter professional. Setelah dapat nomor antrian, kami masuk ke semacam ruang tunggu. Wiihhh... Rame banget! Ga aneh sih, karena itu hari Sabtu, pasti banyak ayah dan ibu yang mungkin bekerja di Senin-Jumat, jadi cek babynya di hari Sabtu. Setelah memilih tempat duduk, yang dekat dengan ruangan si dokter, kami menunggu kira-kira 1 jam-an. Karena sudah lumayan banyak yang antri untuk periksa.
Tibalah nama saya dipanggil oleh suster dan kami masuk ke ruangan dr. Yusfa. Kesan pertama, orangnya ramah dan kebapakan hehehe... Tapi tetep deg-degan karena baru kali itu datang ke dokter untuk cek kehamilan. Setelah perkenalan awal, langsung si dokter bilang, "Mari kita cek dulu ya..." Lalu saya untuk duduk di sebuah kursi oleh si suster yang sudah cekatan dan piawai di bidangnya. Dalam hati saya berpikir, oh ini mau di USG kan yah namanya. Ahahaha beneran, ini pertama banget buat saya. Merasa diri polos sepolos polosnyaaaa... >.<
Hal berikutnya yang saya pikirkan, kalo USG seperti yang sering saya lihat di tivi, itu kan di perut kan ya. Okelah... Ga sakit berarti... Tapi tetep deg-degan, apalagi si suster meminta saya untuk membuka celana yang saya kenakan. "Loh kan di perut ya diperiksanya, kenapa celana musti dicopot juga ya?" Tapi itu saya bertanya dalam hati, malu beneran kalo tanya ke si suster. Ya sudahlah, saya nurut saja, setelah buka celana, saya duduk manis di kursi yang sudah disediakan. Lalu saya lihat di tangan si suster alat ceknya yang beda dari yang saya lihat di film-film. Alatnya seperti tongkat, panjangnya mungkin sekitar 20-30cm. Si suster lalu mengoleskan semacam pelumas ke alat tersebut, lalu dengan santai dia bilang, "Ibu rileks ya, tarik nafas..." Ugghhh... Masuklah itu alat ke alat kelamin saya, hello!!! Kok bukan di perut sih... Antara kaget, mau ketawa, bingung, dan pasrah, ada alat yang masuk ke wilayah sensitif itu. Well, ga berapa lama si suster bilang, "Sudah dok." Nah si dokter langsung nyamperin saya dan ambil alih itu alat. "Wahhh... selamat bu, ibu hamil, tuh bisa dilihat ada kantung di perut ibu yaaa..." Saat mendengar itu, kembali saya bengong, si suami juga bengong, jadi dia juga bisa lihat isi perut saya dari TV yang dipasang di atas ruangan si dokter. Tampaklah kantung kecil kehitam-hitaman itu di perut saya! Saat saya mulai tersadar kembali, saya langsung tersenyum dan tertawa, "Iya ya dok, saya hamil ya dok?" tanya saya tak percaya. "Iya bu, ini sudah kelihatan kantungnya. Kalau dilihat dari ukurannya ini sekitar 5 minggu usianya." jelas si dokter. What? 5 minggu? Saya ingat betul, minggu saat saya periksa ini adalah minggu kelima setelah pernikahan kami. Jadi itu artinya langsung jadi ya si baby? Ahahahaha...
Lalu si dokter dengan cekatan mengukur dan print hasil USG saya. Setelah saya memakai celana, kami berdua duduk berhadapan dengan si dokter. Saya lupa apa yang diterangkan si dokter, tapi intinya saya hamil, dan waktu memperkirakan usia si baby, saya ditanya kapan terakhir menstruasi. Nah ini, menstruasi saya tidak teratur, jadi usia si baby dikira-kira berdasarkan ukurannya. Si dokter juga bilang, "Wah, ini bener-bener tokcer berarti, karena ya ibu kan mens-nya tidak teratur, tapi langsung jadi. Padahal yang mens tidak teratur itu tentu kemungkinan hamilnya lebih kecil dibanding yang mens-nya teratur." gitu kata pa dokter. Tanpa penjelasan apa-apa lagi, kami sudah boleh diijinkan pulang, dan disarankan untuk datang sebulan lagi untuk periksa si dede baby. Keluar dari ruangan pa dokter, antara lega, bingung, seneng, semuanya jadi campur aduk saat itu. Hanya satu kata terucap, thanks God, untuk hadiah yang indah ini. Meski si dede datang sangat cepat, tapi kami sungguh berterima kasih sudah diberi kepercayaan ini. Doakan ya supaya ibu dan dede baby selalu sehat hehehe... Cerita kehamilan lainnya, kita lanjutkan di postingan berikutnya ya.
Salam bumil!
Tidak ada komentar: