17. Souvenir
Souvenir adalah salah satu item yang biasanya ada di check list per-wedding-an. Mikirin souvenir lumayan nguras otak juga loh ternyata. Berikut kriteria souvenir yang kami berdua sepakati:
- Keinginan mungkin main stream seperti capeng lainnya, pengennya souvenir yang berguna, ga cuman buat pajangan.
- Souvenir yang sifatnya memisahkan seperti gunting kuku, sudah jelas kami coret dari opsi
- Kami juga ga mau souvenir berbahan pecah belah seperti gelas, mangkok, piring, dll. Soalnya kudu extra mikirin gimana bawanya ke tempat resepsi plus kalo ada yang pecah, jadinya takut kurang souvenirnya
Namun yang paling penting dari ketiga kriteria di atas adalah, menurut kami, souvenir hanyalah pelengkap dari segenap rangkaian acara, jadi kami mencari souvenir yang tentunya ramah di kantong :D
Pencarian souvenir kami jalani dengan riang gembira dari Asemka, Pasar Jatinegara bahkan ke Yogyakarta pas sekalian pre wedding di sana. Untuk harga, saya tak berani taruh di blog, karena sudah lama juga, takut kurang update, jadi sebaiknya monggo mampir langsung ke sana.
Kita mulai dari Asemka. Kami mengunjungi Asemka di akhir pekan. Ramai laiknya pasar. Penjual souvenir sudah bisa kita lihat dari jalan masuk, jadi kami mulai ngubek-ngubek dari situ. Rata-rata jenis souvenir yang dijual sama persis sodara-sodara hahaha... Berikut dokumentasinya:
Foto-foto di atas adalah souvenir yang disediakan oleh penjual di luar kios. Setelah ngubek di situ, kami beranjak masuk ke gedung Asemka, di sana juga ada banyak penjual souvenir. Maafkan karena kecapean keliling Asemka, souvenir yang di gedung ga kami foto. Kesan kami, jenis souvenir agak berbeda memang kualitasnya, tapi tentu harga yang ditawarkan juga lebih mahal dibanding penjual souvenir yang di pinggir-pinggir jalan.
Hasil dari perjalanan ke Asemka adalah kami mendapatkan lumayan banyak referensi kira-kira souvenir apa yang kami mau. Kebetulan kami ke sana dengan salah satu teman kantor si kaka, dia saranin juga untuk lihat-lihat di Pasar Jatinegara sebagai perbandingan.
Beberapa hari kemudian, di akhir pekan kami main ke Pasar Jatinegara. Ini pertama kalinya saya menginjakkan kaki ke pasar tersebut. Karena souvenir, saya jadi tahu ada tempat namanya Pasar Jatinegara. Ahahaha... Nah, kalau di sini, kami langsung masuk ke area tengah gedung, lupa itu basement apa groundfloor. Pokoknya, di tengah itu adalah pusat toko-toko souvenir. Ternyata souvenir yang ditawarkan juga sama dengan yang di Asemka. Iseng kami tanya harga souvenir sejenis yang kami lihat di Asemka, rata-rata harganya lebih murah dibanding di Asemka. Yeahhh... Terkesan juga lebih luas dan banyak pilihan hehehe... Ga tau juga sih, mungkin ya, chemistry kami ya di Pasar Jatinegara ini. Ada beberapa toko yang kami kunjungi dan ini hasil dokumentasinya. Gimana mirip-mirip kan sama yang di Asemka? Hehehe...
Di Pasar Jatinegara ini, kami langsung direkomendasikan oleh temennya si kaka, toko yang biasa jadi langganan tempat dia beli souvenir. Antik Souvenir namanya.
Di sini harga masih bisa ditawar-tawar, apalagi kami bawa teman yang sudah sering beli ke sini, hehehe...
Lokasi ketiga yang kami kunjungi untuk pencarian souvenir adalah Pasar Beringharjo, Jogjakarta. Ini memang nyocokin aja pas kami prewed ke Jogja, sekalian mampir buat lihat apakah ada souvenir menarik dari kota Gudeg ini. Setelah mencoba lihat-lihat, hanya satu souvenir yang menarik hati kami, tempat pensil gitu, ini fotonya...
Untuk souvenir lain, banyak sih yang dari tanah liat, cuman riskan pecah di jalan, jadi kami tak jadikan opsi.
Sepulang dari Jogja, kami langsung bandingkan kira-kira mau ambil souvenir dari mana. Untungnya, kami memiliki selera yang sama hehehe... Jadi, souvenir kami adalah... jeng jeng jeng...
Aneh ga sih?
Kalau menurut kami sih, lucu plus berguna hohoho... Udah ah, ga mau lama-lama galau, jadiin aja. Pesen souvenir terus tinggal ditempelin thank you card. Oh iya, harga souvenir yang kami dapat sudah termasuk stiker bertuliskan nama kami berdua plus tanggal pernikahan. Lumayanlah yaaa...
Sekitar sebulanan, kami kontak lagi Mba Yeyen, PIC di Antik Souvenir. Yes, souvenir udah bisa diambil katanya.
Cakep deh warna warni bulu kemocengnya hihihi...
Lanjut ke proses berikutnya,
Pas proses penempelan, eh, papanya si kaka mau kasih tambahan souvenir. Produk home made, Veviro namanya. Air untuk kecantikan gitu, buat disemprot ke muka, biar tambah halus hihihi...
Berhubung nambah souvenirnya, jadi perlu dibikinin kantong lagi. Oke, kami cari kantong tile di Pasar Jatinegara juga, maapkan saya lupa nama tokonya, tapi masih satu lantai dengan Antik Souvenir. Tapi ternyata oh ternyata ga ada ukuran yang udah jadi, jadi kudu pesen dulu sesuai dengan ukuran kantong yang kami perlukan.
Kami perlu kantong tile ukuran 29cmx10cm, om yang jaga toko belum tahu harganya, jadi nanti kami diinfo lagi untuk harga pembuatan kantong tersebut. Sehari kemudian, om nya sms, katanya harga kantong tile-nya 75000/100 lembar. Hohoho... Jadiin lah, bikin itu kantong, jadi biar souvenirnya rapih :)
Beberapa minggu lalu, tile kami akhirnya jadi, tugas berikutnya. Ngantongin souvenir satu-satu ahahaha... Kerjaan banget >,<
Tapi si kaka dengan senang hati dan sukarela mengerjakan tugas ini. Sampai di kosnya penuh dengan dus-dus isi souvenir. Hahaha...
Ini salah satu souvenir yang sudah jadi.
Lucu kan yah... Hehehe...
Harapannya semoga souvenir yang kami berikan ini bisa memberi manfaat bagi penerima :D
Lanjut kelarin postingan berikutnya ahhhh...
![]() |
| Tempat Handphone |
![]() |
| Dompet Kecil |
![]() |
| Centong Kayu |
![]() |
| Kotak Perhiasan |
![]() |
| Penjepit Foto |
Di Pasar Jatinegara ini, kami langsung direkomendasikan oleh temennya si kaka, toko yang biasa jadi langganan tempat dia beli souvenir. Antik Souvenir namanya.
Di sini harga masih bisa ditawar-tawar, apalagi kami bawa teman yang sudah sering beli ke sini, hehehe...
Lokasi ketiga yang kami kunjungi untuk pencarian souvenir adalah Pasar Beringharjo, Jogjakarta. Ini memang nyocokin aja pas kami prewed ke Jogja, sekalian mampir buat lihat apakah ada souvenir menarik dari kota Gudeg ini. Setelah mencoba lihat-lihat, hanya satu souvenir yang menarik hati kami, tempat pensil gitu, ini fotonya...
![]() |
| Tempat Pensil |
Sepulang dari Jogja, kami langsung bandingkan kira-kira mau ambil souvenir dari mana. Untungnya, kami memiliki selera yang sama hehehe... Jadi, souvenir kami adalah... jeng jeng jeng...
![]() |
| Kemoceng Mini |
Kalau menurut kami sih, lucu plus berguna hohoho... Udah ah, ga mau lama-lama galau, jadiin aja. Pesen souvenir terus tinggal ditempelin thank you card. Oh iya, harga souvenir yang kami dapat sudah termasuk stiker bertuliskan nama kami berdua plus tanggal pernikahan. Lumayanlah yaaa...
Sekitar sebulanan, kami kontak lagi Mba Yeyen, PIC di Antik Souvenir. Yes, souvenir udah bisa diambil katanya.
Cakep deh warna warni bulu kemocengnya hihihi...
Lanjut ke proses berikutnya,
Pas proses penempelan, eh, papanya si kaka mau kasih tambahan souvenir. Produk home made, Veviro namanya. Air untuk kecantikan gitu, buat disemprot ke muka, biar tambah halus hihihi...
Berhubung nambah souvenirnya, jadi perlu dibikinin kantong lagi. Oke, kami cari kantong tile di Pasar Jatinegara juga, maapkan saya lupa nama tokonya, tapi masih satu lantai dengan Antik Souvenir. Tapi ternyata oh ternyata ga ada ukuran yang udah jadi, jadi kudu pesen dulu sesuai dengan ukuran kantong yang kami perlukan.
Kami perlu kantong tile ukuran 29cmx10cm, om yang jaga toko belum tahu harganya, jadi nanti kami diinfo lagi untuk harga pembuatan kantong tersebut. Sehari kemudian, om nya sms, katanya harga kantong tile-nya 75000/100 lembar. Hohoho... Jadiin lah, bikin itu kantong, jadi biar souvenirnya rapih :)
Beberapa minggu lalu, tile kami akhirnya jadi, tugas berikutnya. Ngantongin souvenir satu-satu ahahaha... Kerjaan banget >,<
Tapi si kaka dengan senang hati dan sukarela mengerjakan tugas ini. Sampai di kosnya penuh dengan dus-dus isi souvenir. Hahaha...
Ini salah satu souvenir yang sudah jadi.
Lucu kan yah... Hehehe...
Harapannya semoga souvenir yang kami berikan ini bisa memberi manfaat bagi penerima :D
Lanjut kelarin postingan berikutnya ahhhh...













Tidak ada komentar: