10. Test Food
Berhubung camer dan ortu sama-sama di luar Jakarta, untuk test food ini agak kesulitan untuk dijadwalkan. Pengennya camer, ortu dan kami berdua bisa test food sama-sama. Tetapi apa daya, untuk test food hanya bisa dihadiri oleh ortu, kami berdua dan koordinator lapangan kami, karena camer baru datang ke Jakarta awal Mei, sedangkan ortu saya tidak bisa datang di Awal Mei. Ya sudah, diputuskan untuk test food dipercayakan ke ortu saya plus kami berdua pastinya.
Fyi, test food di Raja Kuring hanya bisa diadakan di hari kerja (Senin-Jumat) karena ya kalo Sabtu-Minggu, asumsinya mereka sudah fully booked oleh acara kawinan/resepsi. Untuk penjadwalan test food, bisa dilakukan dengan menelepon langsung ke Raja Kuring dan menyebutkan berapa orang yang akan hadir. Untuk waktu, Raja Kuring melayani test food sampai maks. Pk. 7 malam. Berhubung kami ambil test food di hari Senin yang mana itu hari kerja, jadi kami putuskan untuk test food di malam hari, sekalian dinner gratis.
Pas datang, kami langsung dilayani oleh Marketingnya dan diberi selembar kertas berisi daftar menu. Ada beberapa menu yang di-highlight yang artinya mereka akan menyediakan menu tersebut untuk kami coba. Total menu yang kami dapatkan dari paket adalah 6 menu untuk hari H, tetapi pas test food dikali 2, jadi ada 12 menu yang disajikan, supaya kami bisa memilih menu mana yang akan disajikan di hari H.
Untuk postingan kali ini, mohon maaf tidak ada gambar menu yang bisa saya tampilkan karena kelupaan fotoin biar jadi surprise pas hari H. Hihihi...
#nginget2 menu
Oke, berikut daftar menu yang disajikan pas kami test food:
- Rujak Pengantin
- Tahu Angsio
- Ayam rica-rica
- Ayam goreng ala Raja Kuring
- Sapi lada hitam
- Sapi ala Sechuan (bener ga nulisnya nih?)
- Ikan bumbu Thailand
- Ikan mayones
- Mie goreng ala Raja Kuring
- Bihun Singapore
- Buncis .....
- Brokoli Cumi saos terasi
Saya itu tipe orang yang ga neko-neko soal makanan, cuma 2 pilihan kalo saya ditanya "makanannya enak ga?" Jawabannya antara enak dan enak banget. #ketauan doyan makan. Kenapa begitu? Simpel, karena saya sadar, saya belum jago masak, jadi udah dimasakin aja rasanya udah bersyukur banget. Dengan berkata enak dan enak banget setidaknya itu merupakan bentuk penghargaan dan terima kasih yang bisa saya berikan untuk orang yang udah masakin. Hehehe.. Back to the topic.
Pas makanan keluar, cacing di perut udah mulai berteriak-teriak, apalagi pas nyium wanginya masakan, beuhhh... Surga banget! Langsunglah kami mencicipi semua masakan itu. Kami sepakat, the most favorite menu adalah Rujak Pengantin. Duh, seger banget deh rasanya.
Kalau untuk per-ayam-an, ayam rica-rica jelas lebih kaya bumbunya dibanding ayam gorengnya. Saya suka sih ayam gorengnya yang renyah, digoreng kering gitu, tapi kurang berbumbu dan kata mamy tercinta, ayam gorengnya udah biasa/ sering disajikan di restoran maupun di resepsi kawinan.
Masuk ke per-sapi-an, sungguh kami dilema, keduanya punya cita rasa (#alah) yang unik dan enak pastinya. Kalau sapi lada hitam, jelas berasa banget ladanya, kalau sapi sechuan lebih ke manis asam plus ada kacang medenya yang memperkaya rasanya.
Kegalauan kami terus berlanjut ke per-ikan-an. Duileh, kedua ikan ini kenapa bisa dimasak begitu enak ya... Mamy saya yang biasanya ga doyan makan ikan, beuh nambah lagi nambah lagi loh. Ikan bumbu Thailand, seperti yang dibayangkan, rasa segar dari asamnya, kerasa banget. Begitu juga dengan ikan mayones yang bumbunya sangat pas di lidah. Mamy berkali-kali nyoba dua ikan ini, supaya bisa milih salah satu di antara mereka. Kalau saya sih, udah ga bisa milih lagi, wong dua-duanya enak gitu.
Pada bagian per-mi-an, yang pertama dateng adalah mie gorengnya. Pas lihat, yang kebayang sih sebenernya, duh kenyang dan berat nih keknya rasanya. Tapi pas dicobain, beda dari yang dibayangkan, rasanya light dan makin kaya rasanya pas disajikan dengan sayur kucay (sepertinya). Untuk Bihun Singapore, dagingnya pakai seafood seperti udang dan cumi. Rasanya cenderung ke asem sih, tapi enak juga nih bihun. Khusus per-mi-an, tadinya sebelum ke Raja Kuring, mamy dan saya bakalan milih Soun yang biasa ada di kawinan, soalnya pas dulu kondangan di Raja Kuring, nyobain soun-nya mantap banget rasanya. Tapi ternyata ada dua menu ini yang disajikan, duh, tambah dilema jadinya.
Terakhir per-sayur-an. Nama lengkap si buncis saya lupa, yang saya inget ada ikan teri-nya, jadi tambah enak deh. Sedangkan brokoli cumi, bumbunya pake terasi. Tingkat kematangan brokolinya perfect, yang akhirnya, karena kami ga bisa memutuskan di antara 2 menu ini, dikeluarkan lagi deh menu kaylan masak jamur kombinasi. Hahaha... Cacing-cacing perut udah pada mau bobo, langsung bangun lagi pas makan ini kaylan, enak dan lebih netral rasanya dibanding dua menu sayur sebelumnya.
Setelah coba lagi coba lagi, icip sana icip situ, kami sepakat untuk menu yang disajikan pas hari H adalah.... Jengjengjeng...
- Rujak Pengantin
- Ayam rica-rica
- Sapi lada hitam
- Ikan mayones
- Mie goreng ala Raja Kuring
- Kaylan masak jamur kombinasi
Mudah-mudahan pas disajikan nanti, rasanya ga berubah bahkan mudah-mudahan lebih enak dibanding pas test food ya. Sekian info kuliner kali ini, sampai jumpa di liputan kami selanjutnya.
Oh iya, pas ke sana, kami juga manfaatkan buat sekalian ketemu MC pas hari H. Untuk ceritanya, nanti saya posting terpisah ya.
Salam Caman!
Tidak ada komentar: