9. Pre-wedding Session (Preparation)
Ini adalah update yang paling saya
tunggu-tunggu karena berkaitan dengan gaun-gaun indah nan mempesona hihihi...
Ketentuan dari Ming Bridal untuk
prewedding adalah minimal 6 bulan sebelum hari H. Makanya bulan ini uda
"paciweuh" bahasa Inggrisnya mah, kami berdua siap-siap untuk jadi
artis seharian.
Oke, let’s start with the gowns.
Paket bridal yang kami dapat, saya boleh
pakai 2 evening gown & 1 white gown. Cuman pas milih-milih ternyata tak
semudah yang dikira. Banyak pilihan, yang ini bagus, yang ini lucu, yang ini
seksi, dll dsb. Untungnya sih kami punya patokan untuk masalah gaun malam.
Warna gaun yang kami mau adalah merah dan peach, dan pas banget untuk warna
tema yang satunya, ya wedding gown warna putih. Hehehe...
Pilihan gaun warna peach hanya ada satu,
dan bagi para bride to be atau pengantin yang pernah pakai jasanya Ming Bridal
pasti tau banget deh ini gaun. Gaun legendaris soalnya hahaha... Untuk penampakannya, saya keep dulu ya, nanti saya update pas udah ada hasilnya. Biar pada penasaran hihihi... Tapi ya, meski banyak juga yang pakai gaun
ini, saya sendiri terpukau kalau lihat hasil fotonya, bagus pake banget! Ya,
karena kebetulan sama dengan warna tema, maka terpilihlah gaun ini untuk jadi
salah satu evening gown yang saya pakai nanti.
Tinggal cari satu gaun lagi, yup gaun
warna merah. Sebenernya untuk warna merah banyak pilihannya nih.
![]() |
| Gambar 1 |
![]() |
| Gambar 2 |
Tadinya mau pake yang selutut, seperti gambar 1, cuman karena pas
jalan-jalan ke Pasar Baru, saya kepeleset, jadilah lutut ini lecet-lecet, ya
sudah, daripada mengganggu penampilan, saya akhirnya pilih gaun gambar 3, supaya bisa nutupin ini lutut dan kebetulan saya suka banget dengan modelnya, hahaha...
![]() |
| Gambar 3 |
Mungkin sepintas kok cepet amat pilih
gaunnya, hmmm... Ngga juga sih, kami ada dua kali ke Ming Bridal, karena dirasa
kunjungan pertama masih kurang sreg sama gaun yang dipilih. Saya masih punya
kesempatan untuk ganti gaun tapi hanya 1x makanya kami minggu lalu ke sana lagi
deh, untuk fix-kan mau pilih gaun yang mana.
Untuk white gown, tadinya mau pakai yang
ini, cuman banyak yang komentar terlalu biasa gaunnya kalau dipakai buat foto.
Tapi entah kenapa, saya kurang sreg sama gaun di atas, pas nyobain yang ini, duh, langsung deh jatuh cinta, dan untungnya si kaka juga suka sama gaun ini. Ya sudah, white gaun ini deh yang saya pilih untuk pre-wedding session.
Sip, punya saya udah lengkap semua,
giliran si kaka nih...
Kalau punya cowok sih, cepet banget deh
milihnya, karena kan sebenernya tinggal nyocokin aja sama warna gaun ceweknya.
Si kaka dapet pinjeman 2 jas seperti ini...
Gantengnyaaaa.... >.<
Outfit done.
Untuk pre-wedding, kami dapat foto yang
indoor dan outdoor. Indoor ya di studio Ming Bridalnya sendiri, nah kalau untuk
outdoor, kami diberi beberapa opsi seperti Pulau Bidadari, Ecopark dan PIK.
Saya dan si kaka berdiskusi untuk
pemilihan tempat outdoornya, dilihat dari kecocokan dengan tema, budget yang
kita miliki dan daya tarik/ spot yang ada di masing-masing lokasi. Tapi PIK
masih lebih unggul menurut kami, karena PIK memiliki jembatan kayu, rumah kayu,
dan pohon-pohon yang oke punya. Lebih banyak spotnya dibanding dua lokasi
lainnya.
Oke, kalau untuk tema, kami maunya, banyak
unsur kayu dan pepohonan, di mana ketiga lokasi tersebut memenuhi kriteria.
Kalau dari budget, kami lihat biaya sewa
lokasi:
Pulau Bidadari: 2 juta
Ecopark: 800 ribu
PIK: 1,2 juta
Oke, kalau dari biaya sewa, Ecopark memang
yang paling murah.
Nah, atas pertimbangan sana sini kanan
kiri depan belakang #apasih
Kami memutuskan untuk memilih PIK sebagai
lokasi pre-wedding outdoor kami. Poin plus yang kami lihat, meski biaya sewa
lebih mahal daripada Ecopark, tetapi spot yang ada cocok banget dengan tema
kayu-kayuan kami. Hehehe...
Oh iya, pemilihan ini juga, atas dasar
kami sudah lihat juga hasil foto-foto pengantin terdahulu, kami langsung jatuh
cinta pada PIK. Sip, lokasi done, saatnya briefing dan persiapan
properti/aksesoris yang akan dibawa saat foto session.
Pas briefing, kami diinfokan, akan ada 1
fotografer, 1 koreografer dan 1 MUA yang akan mendampingi kami. Kebetulan yang
memberi briefing adalah koreografernya. Penjelasan yang diberikan cukup
informatif termasuk masukan dan ide-ide yang membantu kami memantapkan tema
pre-wedding ini.
Kalau untuk tema, saya sih kepikiran
judulnya “Our moments” jadi lebih banyak, nanti foto-fotonya, itu pose mengenai
bagaimana kami menghabiskan quality time kami, misal dengan bermain gitar, baca
buku bersama, dll. :D Pokoknya, all about our sharing moments. Jadi, properti
yang bakal dibawapun, ya, seputar itu tadi.
Nah, selesai briefing, kami langsung buat
checklist apa-apa saja yang bakal dibawa dan dibeli. Kami berdua sama-sama
excited untuk foto session ini, xixixi.. Cannot wait laaa pokoknya... Tak lupa,
kami juga searching pose-pose foto yang bagus-bagus dan sesuai dengan tema
kami. Jadi ada gambaran, ga blank banget, ntar pas foto, jadi lebih gampang dan
ngebantu si koreografer juga untuk ngarahinnya. Hehehe...
Ditunggu ya, hasil foto-fotonya. Doakan
juga supaya pas hari H, cuaca cerah, ndak hujan, semua berjalan lancar deh
pokoknya. Amin J







hhhmm...PiK kayanya masih Sejuta doang deh.
BalasHapustapi mungkin 200ribu udah masukin tiket + parkir yang "tumben" ga termasuk dari charge Lokasi yah..?
:)
Hi OWMO salam kenal ya, thank you komennya.. Betul banget 1,2 juta itu sudah termasuk ticket masuk dan parkir. :)
BalasHapus