7. My Wedding Cake
Entah kami memang orang yang tergolong ga
mau pusing, atau memang kebetulan apa yang kami rencanakan gampang sreg dengan
vendor pertama yang kami temui. Terus terang kalau harus survey vendor di hari
Senin-Jumat itu susah banget waktunya, karena kami sama-sama kerja. Ya, jadi
ada waktu untuk survey pasti kalau ga Sabtu ya Minggu… Sampai saat ini belum
pernah, seharipun kami ambil cuti, hanya untuk survey vendor. Jadinya, ya kami
sempet-sempetin untuk survey online saja. Ya, entah dengan blogwalking, ataupun
baca-baca forum di weddingku.com. Kedua cara tersebut sampai saat ini terbukti
ampuh sih. Tiap vendor pasti mengakui dirinya yang terbaik, tapi sisi lainnya
tentu bisa kami lihat dari hasil review para pengantin yang menggunakan jasa
mereka. Tapi menurut saya, website weddingku.com itu ngebantu banget deh
pokoknya.
Kalau soal kue, sebenernya udah ada
beberapa inceran saya, karena dari hasil review-nya vendor-vendor ini dibilang
bagus dan memuaskan. Dari mulai Kopaka, Hova Cake, Harum Sari, Pelangi Cake dan
kawan-kawannya.
Seperti pencarian vendor lainnya, waktu mencari wedding cake, saya nabung informasi dulu dari review dari para bride to be, weddingku.com sampai
akhirnya berkunjung ke pameran wedding. Waktu ngubek website vendor cake-nya,
tak lupa saya simpan foto-foto cake yang saya suka. Ada yang 3 tiers – 5 tiers.
Tadinya untuk menekan budget, kami mau pakai cake 3 tiers saja, tapi semua
berubah ketika kami datang ke pameran malam itu.
Yes, vendor pertama yang deal sewaktu
pameran adalah wedding cake ini. Bukan karena ga penting ya, atau kok secepat itu menentukan vendor, tapi ya memang kami merasa sudah berbekal informasi yang cukupp untuk model cake yang kami cari, ditambah emang saya itu
orangnya males yang namanya keliling-keliling tanpa arah di pameran. Gitu,
hehehehe…Memang sih dengan keliling-keliling kita
jadi bisa dapat inspirasi, tapi bisa juga yang terjadi malah sebaliknya,
setelah 3 hari malang melintang di pameran, tapi tak ada satupun vendor yang
sreg di hati atau kita dealkan di pameran itu.
Jadi untuk menghindari itu semua, sudah
saya rencanakan dari beberapa waktu lalu, oke, kami sepakat untuk iseng-iseng
ke pameran tahun 2013 lalu (kira-kira 2 tahun sebelum hari H). Kalau
dipikir-pikir, gile, niat banget ya… Hahaha… Seperti udah yakin banget tahun
2015 kami bener-bener married. (Amin)
Ya, sebenernya sih dari tahun 2014, udah
ditanyain terus kapan married, tapi saya pribadi masih belum siap, ditambah
saya memutuskan untuk mengambil kuliah ekstensi (kelas karyawan) yang jadinya
ya, ketambahan ga punya waktu buat ngurusin kalau memang mau married di tahun
2014 hehehe… #ngeles mode on. Makanya, sebagai yang sudah dikasih lampu hijau
oleh orang tua masing-masing, ya buat nyicil-nyicil persiapan, ga ada salahnya
kami main-main ke pameran wedding. Biar ga buta banget gituuu waktu ngurusnya
nanti… Intinya, kami main ke pameran wedding ini bertujuan supaya kami paham,
kurang lebih di pameran wedding tuh, ada apa aja sih? Ada vendor apa saja di sana? Paket-paket yang
ditawarkan tiap vendor seperti apa? Yah, intinya semacam observasi level awal deh…
Nah, sepulang dari pameran wedding, kami
mulai memilih, kira-kira vendor apa saja yang bakal kita datangi di kunjugan
berikutnya dan mudah-mudahan bisa deal juga di pameran. Saya akui salah satu daya tarik/hal yang
menggiurkan dari pameran itu adalah, tiap vendor berlomba-lomba untuk
menyajikan paket dengan bonus yang amat sangat menarik. Jadi tiap bride to be dibikin pengen cepet cepet deal deh di pameran termasuk kami juga hahaha...
Kembali ke cerita wedding cake, pas masuk ke pameran, kami sudah tahu apa yang kami cari, jadi tanpa berputar-putar, langsung deh nongkrong di booth Pelangi Cake. Yup, vendor pertama yang kami datangi dan langsung kami dealkan adalah Pelangi Cake.
Pelangi Cake
Jl. Alaydrus No. 74A Jakarta Pusat
Telp. (021) 6338765, 6341005
Fax. (021) 6338256
Kami langsung ditangani oleh salah satu marketing mereka. Fyi, kami mampir ke pameran di malam, hari jadi udah ga terlalu rame, masih bisa tetep jalan tanpa dorong-dorongan dengan pengunjung yang lain. Sebelum bertanya lebih lanjut, kami disodori album berisi contoh-contoh wedding cake yang mereka produksi. Marketingnya juga infoin kalau lapisan yang mereka pakai itu lembut dan tebal, jadi pas dipotong, ga kelihatan palsunya hehehe... Keleyengan juga lihat model cake yang banyak itu. Setelah nandain beberapa model, sampailah kami memilih 1 model yang kami bener-bener suka. Taraaaa.. Ini modelnya... Baguskah?
Nanti, dari model di atas tinggal disesuaikan warna pernak-perniknya dengan warna tema kami yaitu, warna peach atau merah. Seperti yang sudah tuliskan sebelumnya, asyiknya di pameran itu tiap vendor memberi bonus apabila kita deal sewaktu di pameran. Seperti deal wedding cake ini, kami dapat potongan harga, 8 box kue asli ukuran 12 cm, dan kue untuk mingle sebanyak 10 buah. Lumayan kan? Hehehe... Untuk kue asli, kita ada cobain sample yang mereka bawa, ada beberapa rasa, ada lapis surabaya, black forest, moca, dan keju kalau ga salah. Kalau dari rasa, kami suka yang lapis surabaya dan black forest, dan katanya memang dua rasa itu yang favorit. Ya sudah, jadi kami minta untuk kue asli, 4 lapis surabaya, 4 black forest.
Lumayan lega deh, wedding cake udah deal, tinggal pelunasan satu minggu sebelum hari H. :D
Oh iya, saya mau share sedikit nih, terkait deal di pameran. Seminggu setelah kami deal wedding cake ini, terus sharing sama temen, yang kebetulan ke pameran dan akan married tahun ini juga. Pas saya ceritakan hasil deal saya, dia juga ternyata deal kue juga di pameran, tapi di vendor lain, bukan Pelangi Cake. Dia ceritain paket apa yang dia dapat, bedanya, kalau saya dari bridal kan ga dapet voucher kue, kalau dia dapet voucher kue dari bridalnya. Harga paket yang dia dapat lebih mahal memang, tapi terbantu lah dari voucher yang dia punya. Tersirat juga, dia mau bilang bahwa paket yang dia dapat itu worthed banget, dan seharusnya saya bisa dapatkan lebih dari yang saya dapat. Seharusnya juga saya bisa nego lebih sengit lagi dengan vendor, sampai saya dapatkan paket + bonus tingkat maksimal! Ya, eyke kan bukan orang marketing, tahu kok, mana ada vendor yang mau rugi pas ikut pameran, toh menurut kami paket yang didapat sudah cukup bagi kami. Tak ada penyesalan sedikitpun. Bagi kami yang penting adalah pertama, harga yang ditawarkan make sense dan masuk ke budget, kedua, model ada yang kami suka, dan terakthir, tentunya vendor tersebut punya reputasi yang ok. That's it.
Satu hal yang pengen saya sharing di sini adalah, sekali kita udah deal di pameran, udah, ga usah disesali, ga usah dipikirin kenapa si A bisa dapet lebih murah, kenapa si B lebih banyak bonusnya, kenapa si C lebih worthed paketnya, kenapa si D bisa dapet ini itu, dll, dsb. Kenapa? Karena hal seperti ini, hanya bikin kepala pening, dan toh ga bisa diulang juga kan dealnya. Bukan berarti sharing cerita dengan teman itu hal yang buruk loh, sharing cerita dengan teman itu baik, bagus, tapi jangan sampai dengan bertukar cerita itu, kita merasa, yah, salah ya saya, kenapa ya saya buru-buru deal, yah, kenapa saya ga tanya-tanya vendor yang lain yaaa, kenapa saya ga deal di vendor itu aja ya... Bla bla bla... Ga ada habisnya kan? Jadi, tetaplah pede dengan apa yang sudah kita putuskan, toh, ini kan untuk acara kita sendiri, lain ceritanya kalau kita bantu nyiapin nikahan orang lain. Tetep semangat dan rajin baca review aja, itu kuncinya menurut saya. Jangan sampai juga, karena memilih vendor, eh kita dan pasangan jadi berantem. Big NO! Bagi kami yang paling penting adalah, saya dan si kaka suka, sama-sama sepakat, itu sudah lebih dari cukup. Bahkan kalau bisa, dengan proses persiapan ini, kita semakin mengenal kepribadian calon pasangan hidup kita, semakin sama-sama pengertian dan bertumbuh bersama. :D
Oke, ini cerita saya tentang si wedding cake, baru bisa cerita lagi, setelah hari H ya... Salam Caman!

Tidak ada komentar: