SYMBOLIC INTERACTION THEORY & COORDINATED MANAGEMENT OF MEANING
Posting kali ini adalah publikasi tugas membuat ringkasan mata kuliah teori komunikasi. Memasuki semester 2, aku mendapat mata kuliah teori komunikasi. Dengan beberapa buku referensi, kami diminta oleh sang dosen untuk merangkum beberapa teori yang dikumpulkan setiap minggu sebelum kuliah dimulai.
Kuakui mata kuliah ini menarik dan butuh imajinasi serta logika untuk memahaminya. Ditambah buku-buku referensi yang berbahasa Inggris, semakin dibutuhkan kemampuan untuk memahami maknanya lalu diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia.
Berikut hasil karya pertamaku, untuk tugas mata kuliah ini :)
SYMBOLIC INTERACTION THEORY (George Herbert Mead)
1.
Asumsi
yang mendasari Symbolic Interaction (SI)
a.
Pentingnya makna bagi perilaku
manusia (tanpa makna yang sama, berkomunikasi akan menjadi sangat sulit).
-
Manusia bertindak terhadap
manusia lainnya berdasarkan makna yang diberikan orang lain pada mereka
-
Makna diciptakan dalam
interaksi antarmanusia
-
Makna dimodifikasi melalui
proses interpretif
b.
Pentingnya konsep mengenai diri
(seperangkat persepsi yang relatif stabil yang dipercaya orang mengenai dirinya
sendiri).
-
Individu-individu mengembangkan
konsep diri melalui interaksi dengan orang lain
-
Konsep diri memberikan motif
yang penting untuk perilaku
Prediksi
pemenuhan diri (pengharapan akan diri yang
menyebabkan seseorang untuk berperilaku sedemikian rupa sehingga harapannya
terwujud).
c.
Hubungan antara individu dengan
masyarakat
-
Orang dan kelompok dipengaruhi
oleh proses budaya dan sosial
-
Struktur sosial dihasilkan
melalui interaksi sosial
2.
Konsep
Penting
a.
Pikiran : kemampuan menggunakan
simbol yang mempunyai maknas sosial yang sama.
-
Bahasa : sebuah sistem simbol
verbal dan nonverbal yang diatur dalam pola-pola untuk mengekspresikan
pemikiran dan perasaan dan dimiliki bersama.
-
Simbol signifikan : simbol yang
memunculkan makna yang sama bagi banyak orang.
-
Pemikiran : percakapan di dalam
diri sendiri.
-
Pengambilan peran/ perspektif :
kemampuan untuk secara simbolik menempatkan dirinya sendiri dalam diri khayalan
dari orang lain.
b.
Diri : kemampuan untuk
merefleksikan diri kita sendiri dari perspektif orang lain.
-
Cermin diri : kemampuan kita
untuk melihat diri kita sendiri dalam pantulan dari pandangan orang lain.
-
Efek Pygmalion : harapan orang
lain yang mengatur tindakan seseorang.
-
Subjek (kita bertindak)/ I
bersifat spontan, impulsif dan kreatif
-
Objek (diri yang mengamati) Me
bersifat lebih reflektif dan peka secara sosial.
c.
Masyarakat : jejaring hubungan
sosial yang diciptakan manusia
-
Orang lain secara khusus :
individu-individu dalam masyarakat yang signifikan bagi kita
-
Orang lain secara umum : cara
pandang dari sebuah kelompok sosial/ budaya sebagai suatu keseluruhan.
Coordinated Management of Meaning/ CMM (W. Barnett
Pearce & Vernon Cronen)
1.
Asumsi
yang mendasari CMM
a.
Manusia hidup dalam komunikasi.
b.
Manusia saling menciptakan
realitas sosial.
-
Konstruksionisme sosial :
kepercayaan bahwa orang-orang saling menciptakan realitas sosial mereka dalam
percakapan.
-
Realitas sosial : pandangan
seseorang mengenai bagaimana makna dan tindakan sesuai dengan interaksi
interpersonalnya.
c.
Transaksi informasi bergantung
kepada makna pribadi dan interpersonal.
-
Makna pribadi : makna yang
dicapai ketika seseorang berinteraksi dengan yang lain sambil membawa
pengalamannya yang unik ke dalam interaksi.
-
Makna interpersonal : makna
ketika dua orang sepakat mengenai interpretasi satuu sama lain.
2.
Hierarki
dari Makna yang Terorganisasi
3.
Koordinasi
Makna
Koordinasi : usaha untuk mengertikan
pesan-pesan yang berurutan.
4.
Pengaruh
terhadap Proses Koordinasi
5.
Aturan
dan Pola Berulang yang Tidak Diinginkan
a.
Aturan konstitutif :
mengorganisasikan perilaku dan membantu kita untuk memahami bagaimana makna
harus diinterpretasikan.
b.
Aturan regulatif : tuntunan
bagi orang-orang dalam berperilaku.Diinginkan
6.
Rangkaian
Seimbang dan Rangkaian tidak Seimbang

Tidak ada komentar: