SYMBOLIC INTERACTION THEORY & COORDINATED MANAGEMENT OF MEANING

19.34
Posting kali ini adalah publikasi tugas membuat ringkasan mata kuliah teori komunikasi. Memasuki semester 2, aku mendapat mata kuliah teori komunikasi. Dengan beberapa buku referensi, kami diminta oleh sang dosen untuk merangkum beberapa teori yang dikumpulkan setiap minggu sebelum kuliah dimulai.

Kuakui mata kuliah ini menarik dan butuh imajinasi serta logika untuk memahaminya. Ditambah buku-buku referensi yang berbahasa Inggris, semakin dibutuhkan kemampuan untuk memahami maknanya lalu diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia.

Berikut hasil karya pertamaku, untuk tugas mata kuliah ini :)


SYMBOLIC INTERACTION THEORY (George Herbert Mead)
1.          Asumsi yang mendasari Symbolic Interaction (SI)
a.     Pentingnya makna bagi perilaku manusia (tanpa makna yang sama, berkomunikasi akan menjadi sangat sulit).
-        Manusia bertindak terhadap manusia lainnya berdasarkan makna yang diberikan orang lain pada mereka
-        Makna diciptakan dalam interaksi antarmanusia
-        Makna dimodifikasi melalui proses interpretif
b.     Pentingnya konsep mengenai diri (seperangkat persepsi yang relatif stabil yang dipercaya orang mengenai dirinya sendiri).
-        Individu-individu mengembangkan konsep diri melalui interaksi dengan orang lain
-        Konsep diri memberikan motif yang penting untuk perilaku
Prediksi pemenuhan diri (pengharapan akan diri yang menyebabkan seseorang untuk berperilaku sedemikian rupa sehingga harapannya terwujud).
c.      Hubungan antara individu dengan masyarakat
-        Orang dan kelompok dipengaruhi oleh proses budaya dan sosial
-        Struktur sosial dihasilkan melalui interaksi sosial
2.          Konsep Penting
a.     Pikiran : kemampuan menggunakan simbol yang mempunyai maknas sosial yang sama.
-        Bahasa : sebuah sistem simbol verbal dan nonverbal yang diatur dalam pola-pola untuk mengekspresikan pemikiran dan perasaan dan dimiliki bersama.
-        Simbol signifikan : simbol yang memunculkan makna yang sama bagi banyak orang.
-        Pemikiran : percakapan di dalam diri sendiri.
-        Pengambilan peran/ perspektif : kemampuan untuk secara simbolik menempatkan dirinya sendiri dalam diri khayalan dari orang lain.
b.     Diri : kemampuan untuk merefleksikan diri kita sendiri dari perspektif orang lain.
-        Cermin diri : kemampuan kita untuk melihat diri kita sendiri dalam pantulan dari pandangan orang lain.
-        Efek Pygmalion : harapan orang lain yang mengatur tindakan seseorang.
-        Subjek (kita bertindak)/ I bersifat spontan, impulsif dan kreatif
-        Objek (diri yang mengamati) Me bersifat lebih reflektif dan peka secara sosial.
c.      Masyarakat : jejaring hubungan sosial yang diciptakan manusia
-        Orang lain secara khusus : individu-individu dalam masyarakat yang signifikan bagi kita
-        Orang lain secara umum : cara pandang dari sebuah kelompok sosial/ budaya sebagai suatu keseluruhan.

Coordinated Management of Meaning/ CMM (W. Barnett Pearce & Vernon Cronen)
1.          Asumsi yang mendasari CMM
a.     Manusia hidup dalam komunikasi.
b.     Manusia saling menciptakan realitas sosial.
-        Konstruksionisme sosial : kepercayaan bahwa orang-orang saling menciptakan realitas sosial mereka dalam percakapan.
-        Realitas sosial : pandangan seseorang mengenai bagaimana makna dan tindakan sesuai dengan interaksi interpersonalnya.
c.      Transaksi informasi bergantung kepada makna pribadi dan interpersonal.
-        Makna pribadi : makna yang dicapai ketika seseorang berinteraksi dengan yang lain sambil membawa pengalamannya yang unik ke dalam interaksi.
-        Makna interpersonal : makna ketika dua orang sepakat mengenai interpretasi satuu sama lain.
2.          Hierarki dari Makna yang Terorganisasi


3.        Koordinasi Makna
Koordinasi : usaha untuk mengertikan pesan-pesan yang berurutan.
4.        Pengaruh terhadap Proses Koordinasi
5.        Aturan dan Pola Berulang yang Tidak Diinginkan
a.     Aturan konstitutif : mengorganisasikan perilaku dan membantu kita untuk memahami bagaimana makna harus diinterpretasikan.
b.     Aturan regulatif : tuntunan bagi orang-orang dalam berperilaku.Diinginkan
6.        Rangkaian Seimbang dan Rangkaian tidak Seimbang

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.