Bisa karena Biasa
I love skripsi.
What???
Yes, itu motto
yang ditawarkan oleh dosen metode penelitian komunikasi kami. Ketika kami ditawarkan
motto itu, jujur Saya tertawa dalam hati. Skripsi yang biasanya menjadi sumber stres anak-anak kuliahan pada umumnya. Mana bisa Saya mencintai skripsi Saya?
Tapi dosen kami yang satu ini dengan sikap tenangnya yang khas lalu menceritakan filosofi mengapa ia menawarkan motto I love skripsi ini.
Tapi dosen kami yang satu ini dengan sikap tenangnya yang khas lalu menceritakan filosofi mengapa ia menawarkan motto I love skripsi ini.
Beliau memulai
dengan bercerita semasa kuliah, beliau mengambil jurusan matematika. Ya,
rumus-rumus bukanlah hal yang aneh untuk anak-anak matematika. Tak ayal,
rumus-rumus yang seabreg itu harus mereka hapalkan. Untuk itu, cara yang beliau lakukan adalah dengan membeli selembar kertas besar dan
mulailah beliau menuliskan rumus-rumus itu lalu menempelkan kertas tersebut di
dalam kamarnya. Jadi, mau tidak mau beliau pasti melihat kertas itu setiap
hari. Selain itu, beliau juga menuliskan rumus-rumus itu di kertas kecil yang
bisa ia bawa ke mana-mana. Jadi, bila sedang di luar, kertas kecil itu selalu menemaninya
dalam menghabiskan waktu senggangnya.
Beliau
menyatakan bahwa cara ini cukup ampuh sehingga ia dapat menghapal rumus-rumus tanpa
menyisihkan waktu khusus. Sebaliknya rumus-rumus itu dengan sendirinya menempel
di otaknya karena kebiasaan yang beliau terapkan ini. Maka dari itu, beliau
mencoba menawarkan agar kami melakukan hal yang sama tidak hanya di mata kuliah
hapalan tapi juga ketika kami mempersiapkan skripsi kami nantinya.
Sekali lagi,
kubersyukur karena selama kuliah ini kami diberi semangat dan motivasi oleh
dosen-dosen yang hebat. Dengan menempel I love skripsi di tempat-tempat yang
sering kami lewati, semoga dapat mengubah rasa stres kami menjadi rasa senang
ketika mengerjakannya. Semoga...
Tidak ada komentar: