Bersyukur

02.36

Sudah lama aku ingin menulis cerita ini. Baru sekarang bisa kutuliskan di tengah-tengah semua kesibukan yang harus kulalui.
Baiklah kumulai saja ya... cerita ini bermula ketika di suatu malam, aku pulang kuliah dan menunggu Kakakku menjemput di tempat biasa. Aku biasa menunggunya di depan gedung di mana kampusku berada. Kala itu gerimis, kuberdiri sendirian dan kurasakan tubuhku yang mulai kedinginan. Kurapatkan jaketku agar tubuhku sedikit lebih hangat dan agar air tidak masuk ke tasku yang dipenuhi dengan kertas-kertas catatan kuliah.
Tampak di depanku seorang pemuda tanggung dengan sepedanya yang dipenuhi oleh aneka minuman instan plus termos berisi air panas. Ya, dia seorang penjual minuman keliling. Tak tampak di mukanya raut kedinginan atau kelelahan di malam itu.
Tak berapa lama sebuah mobil taksi berhenti di samping sepeda pemuda itu. Kulihat Supir taksi itu memesan segelas kopi panas. Dengan cekatan pemuda itu membuat pesanan sang supir dan di saat itu baru kusadari, ternyata tangan pemuda itu tak tumbuh dengan sempurna. Aku tak tahu penyakit apa yang ia derita, aku hanya bisa deskripsikan bahwa tiap jari-jarinya sangat pendek, tidak seperti jari-jari tangan orang pada umumnya.
Bisa dibayangkan betapa terkejutnya ketika aku melihat pemuda itu membuat kopi dengan cekatan, seolah tangannya sehat dan utuh seperti tangan orang biasa.
Sekali lagi, Tuhan memberiku pelajaran secara visual. Betapa aku harus bersyukur atas ragaku yang sempurna ini. Tak kekurangan suatu apapun. Aku merasa malu sekali ketika bercermin pada sesosok pemuda di hadapanku kala itu. Sering aku mengeluh ketika ketika tanganku tergores sesuatu atau ketika kakikku terantuk batu. Padahal itu semua akan sembuh pada akhirnya. Tak terbayangkan bila yang pemuda itu alami terjadi padaku. Apakah aku bisa tetap menjalani hidupku seperti biasa?
Ya... Kuyakin Tuhan memang punya rencana yang indah untuk tiap orang. Dengan melihat pemuda itu, Aku belajar untuk selalu semangat menjalani hidup. Orang dengan tubuh tak sempurna saja bisa bekerja dan menjalani hidupnya, mengapa aku tidak?
Ya Tuhan, terima kasih atas tubuh yang sempurna ini. Kumohon pada-Mu, ajarkanku untuk selalu bersyukur atas semua yang telah Kau berikan. Kan kugunakan seluruh jiwa dan ragaku ini hanya untuk memuliakanmu. J

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.