Bersyukur
Sudah lama aku ingin menulis cerita
ini. Baru sekarang bisa kutuliskan di tengah-tengah semua kesibukan yang harus
kulalui.
Baiklah kumulai saja ya... cerita
ini bermula ketika di suatu malam, aku pulang kuliah dan menunggu Kakakku
menjemput di tempat biasa. Aku biasa menunggunya di depan gedung di mana
kampusku berada. Kala itu gerimis, kuberdiri sendirian dan kurasakan tubuhku
yang mulai kedinginan. Kurapatkan jaketku agar tubuhku sedikit lebih hangat dan
agar air tidak masuk ke tasku yang dipenuhi dengan kertas-kertas catatan
kuliah.
Tampak di depanku seorang pemuda
tanggung dengan sepedanya yang dipenuhi oleh aneka minuman instan plus termos
berisi air panas. Ya, dia seorang penjual minuman keliling. Tak tampak di
mukanya raut kedinginan atau kelelahan di malam itu.
Tak berapa lama sebuah mobil
taksi berhenti di samping sepeda pemuda itu. Kulihat Supir taksi itu memesan
segelas kopi panas. Dengan cekatan pemuda itu membuat pesanan sang supir dan di
saat itu baru kusadari, ternyata tangan pemuda itu tak tumbuh dengan sempurna. Aku
tak tahu penyakit apa yang ia derita, aku hanya bisa deskripsikan bahwa tiap jari-jarinya
sangat pendek, tidak seperti jari-jari tangan orang pada umumnya.
Bisa dibayangkan betapa
terkejutnya ketika aku melihat pemuda itu membuat kopi dengan cekatan, seolah
tangannya sehat dan utuh seperti tangan orang biasa.
Sekali lagi, Tuhan memberiku
pelajaran secara visual. Betapa aku harus bersyukur atas ragaku yang sempurna
ini. Tak kekurangan suatu apapun. Aku merasa malu sekali ketika bercermin pada
sesosok pemuda di hadapanku kala itu. Sering aku mengeluh ketika ketika
tanganku tergores sesuatu atau ketika kakikku terantuk batu. Padahal itu semua
akan sembuh pada akhirnya. Tak terbayangkan bila yang pemuda itu alami terjadi
padaku. Apakah aku bisa tetap menjalani hidupku seperti biasa?
Ya... Kuyakin Tuhan memang punya
rencana yang indah untuk tiap orang. Dengan melihat pemuda itu, Aku belajar untuk
selalu semangat menjalani hidup. Orang dengan tubuh tak sempurna saja bisa
bekerja dan menjalani hidupnya, mengapa aku tidak?
Ya Tuhan, terima kasih atas tubuh
yang sempurna ini. Kumohon pada-Mu, ajarkanku untuk selalu bersyukur atas semua
yang telah Kau berikan. Kan kugunakan seluruh jiwa dan ragaku ini hanya untuk
memuliakanmu. J
Tidak ada komentar: