MRT-nya Jakarta

06.48
Saya ikutan juga euforia uji coba MRT (Moda Raya Terpadu). #yeyeyeye #gaya 
Sebetulnya uji coba ini sudah dibuka dari tanggal 12 Maret sampai 24 Maret 2019. Saya bersama satu orang teman berangkat dari Stasiun Istora Mandiri (stasiun terdekat dari kantor) untuk nanti turun di Stasiun Blok M (rencananya mau ketemuan dengan suami dan temannya untuk makan siang bersama).

My First Impression
Kebetulan Stasiun Istora Mandiri merupakan stasiun underground, jadi kami turun tangga untuk masuk ke stasiun tersebut. Di dalamnya luas banget dan bersih (karena masih baru yeay). Di pintu masuk sudah ada 1 petugas yang mulai "kerepotan" karena ternyata banyak penumpang di jam makan siang tersebut. Lalu saya sodorkan print-an e-ticket kami untuk di-scan oleh petugasnya. Kami diberi stiker bulat berwarna hijau seperti ini:




Lalu kami turun tangga lagi dan mencari pintu terdekat dan mulai mengantri, menunggu keretanya datang. Dengan mudah kami menemukan tanda petunjuk arah Lebak Bulus. Tak sampai 5 menit, keretanya datang. WOW! Penuh sodara-sodara. Ternyata banyak yang memanfaatkan hari itu untuk mencoba MRT.

Saat memasuki kereta, AC nya dingin loh. Suara mesinnya juga halus. Tak berapa lama kami tiba di stasiun Senayan yang masih underground juga. Kemudian kereta meluncur ke Stasiun ASEAN yang elevated. Serunya pas keluar dari terowongan, kereta mulai menaik, para penumpang sontak teriak "yeay..." dan tertawa bersama saking kagumnya hahaha... Tak lama tibalah kami di Stasiun Blok M. Ternyata suami dan teman-teman juga naik di kereta yang sama (hanya beda gerbong dan mereka mulai naik dari Stasiun Setiabudi). Saya ga lihat jam sih, tapi perjalanan terasa sangat cepat, mungkin tidak sampai 10 menit deh, kami sudah sampai di Blok M.

So, my first impression, it is fast and good enough. Sangat mungkin dijadikan salah satu opsi transportasi. Tidak macet juga nyaman :)

Orang-orang yang sudah pernah ke luar negeri, pasti langsung membandingkan dengan MRT negara tetangga. Pada puji syukur akhirnya Jakarta punya MRT. Namun percayalah saya belum pernah ke luar negeri, tapi turut bahagia kok Jakarta punya MRT :)

Saya sampai niat banget loh, sebelum keberangkatan kepo-in dulu websitenya MRT (supaya ga norak gitu). Eh, nemu komik informatif ini

Poin penting untuk dicatat dari komik ini (selain aturan dasar seperti budayakan antri, dahulukan penumpang yang turun, tidak makan dan minum di dalam kereta, tidak merokok, dll):
  1. pastikan kita memiliki kartu jelajah (ada yang single dan multiple trip)
  2. perjalanan antar stasiun memakan waktu 2-3 menit. Saat jam sibuk, kereta ada tiap 5 menit sekali
  3. terdapat pegangan tangan (hadle) warna kuning, nah pegangan ini khusus untuk prioritas ya
  4. ada 2 jenis stasiun: underground (kita turun tangga/eskalator/lift) dan elevated (kita naik tangga/eskalator/lift)
  5. penggunaan lift diprioritaskan bagi penumpang disabilitas
  6. dalam satu rangkaian terdapat 6 kereta, kereta ke 3 dan 4 disediakan area khusus penumpang disabilitas
  7. MRT juga menyediakan ruang menyusui di setiap stasiun (penting nih!)

Uji coba ini adalah uji coba untuk MRT fase pertama yang terbentang dari Lebak Bulus sampai Bundaran HI (katanya perjalanan Lebak Bulus ke Bundaran HI hanya 30 menit loh). Cepet banget ga sik? Ini nih petanya:


Kabarnya MRT akan diresmikan oleh Pak Jokowi tanggal 24 Maret (hari terakhir uji coba). Peresmian ini sekaligus untuk pencanangan pembangunan MRT Jakarta fase 2 (rute Bundaran HI - Kota).

Langsung penasaran sama harganya nanti. Menurut beberapa berita, harganya masih digodok pemerintah dan akan ketahuan setelah peresmian. Usulan pihak MRT sih katanya antara 8,500 atau 10,000 per km (ini harga sudah ada komponen subsidi dari pemerintah ya). Idealnya katanya harganya 30,000 (kalau ga pake subsidi) #mehong ya.

Banyak ahli berdebat perihal harga ini, tapi 1 pernyataan yang saya sukak banget. Pernyataan dari Aditya Dwilaksana (Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia, Bidang Perkeretaapian DKI Jakarta)

"profit bukan menjadi tujuan utama ketika membangun MRT. Ini juga berlaku di seluruh dunia. Tujuan yang dikejar dari MRT adalah memberikan manfaat bagi warga, seperti menyediakan moda transportasi yang cepat, nyaman dan terjangkau; mengurangi konsumsi energi; sampai dengan untuk mengurai kemacetan di jalan raya."

Saya percaya pemerintah sudah bekerja keras untuk menciptakan opsi transportasi publik yang laik, yang bisa mengurangi kemacetan ibukota. Yuk kita rawat dan manfaatkan bersama-sama.

#ayocobamrt
Peta di depan pintu

Ini dia MRT nya :)

Petunjuk di dalam kereta

Di Stasiun Blok M


Petunjuk arah di dalam stasiun


Yuk budayakan antri





Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.